Powered By Blogger

Jumat, 23 Desember 2011

PENGENALAN LINUX

1. Pendahuluan

Program yang berada di Linux tidaklah berbeda jauh dengan program yang berada di Unix.

Program yang ada di Unix/Linux dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu:

1. Sistem dasar (Basic System)

Berisi ratusan program yang terbagi menjadi 3 bagian, yaitu:

a) Utilitas (Tool atau Utility).

Adalah program bantu di luar shell untuk melakukan tugas tertentu, misalnya:

· Mengirim berita secara elektronik

· Menyunting dokumen.

· Melakukan perhitungan.

Berikut contoh utilitas yang ada pada Linux:

· cal, untuk menampilkan kalender.

· cat, untuk menampilkan isi dokumen.

· cc, untuk mengkompilasi program.

· date, untuk menampilkan tanggal dan jam kalkulator.

· grep, untuk mencari kata tertentu dalam suatu dokumen.

· mail, untuk Electronic Mail.

b) Shell.

Shell dan Kernel merupakan perantara antara pemakai dan perangkat keras (hardware). Shell memungkinkan pemakai dapat berkomunikasi dengan komputer. Tugas Shell adalah membaca dan menerjemahkan perintah pemakai sebagai suatu permintaan dan memberikannya ke Kernel. Oleh sebab itu Shell disebut juga Penerjemah Perintah (Command Interpreter).

Pada sistem Unix/Linux umumnya terdapat beberapa macam Shell, di antaranya: C Shell (semula dikembangkan pada sistem Unix Barkeley), Bourne Shell (bagian dari standar Unix) dan Korn Shell (sangt populer dan diramalkan sebagai Shell masa depan, sifatnya kompatibel dengan Bourne Shell dan memadukan keistimewaan yang dimiliki oleh C Shell).

c) Kernel.

Kernel merupakan program inti dari Sistem Unix/Linux. Tugasnya adalah: mengendalikan akses terhadap komputer, mengatur memori komputer, memelihara sistem file dan mengalokasikan sumber daya komputer di antara pemakai.

2. Produk pihak ketiga (third-party product)

Merupakan program di luar sistem Unix/Linux dasar, yang dibuat oleh pihak ketiga. Program ini dijual secara terpisah dengan sistem Unix/Linux. Contohnya: manajemen database (seperti: ORACLE, INFORMICS-SQL dan INGRES), pengolah kata (seperti: FENIX) dan kompiler bahasa pemograman (seperti: Pascal, Basic, Cobol ataupun 4GL).

2. Login Linux

Adalah proses masuk ke sistem operasi Unix/Linux, biasanya disebut Login (Logging in), Logging On atau Signing On.

Tujuan Login:

1) melakukan pengecekan, berhak tidaknya pemakai menggunakan sistem.

2) sistem dapat melakukan pengaturan environment yang sesuai dengan pemakai.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan bila seorang user hendak Login ke Sistem, yaitu:

· huruf kapital dan huruf kecil mempunyai makna yang berbeda,

· nama user Ti01 berbeda dengan ti01 ataupun TI01.

· pemakai harus memasukkan password dan diakhiri dengan Enter.

· pemakai tidak dapat masuk ke sistem tanpa memasukkan password, jika pemakai lupa, dapat meminta pada Administrator untuk menghapus atau merubah password.

· jika nama user dan password yang dimasukkan benar, maka muncul prompt dari Shell. Misalnya: % merupakan prompt dari C Shell dan $ prompt dari Bourne Shell.

3. Sistem File dan Direktori

Sistem file pada Unix/Linux tersusun dari sejumlah file dan direktori, dan sering digambarkan sebagai struktur pohon yang dibalik. Pada bagian puncak terdapat sebuah ditektori yang disebut root directory atau direktori / (slash).

Direktori di bawah root umumnya:

· /bin berisikan program-program dasar Linux

· /etc berisi file-file administrasi sistem

· /usr berisi perintah-perintah Unix dan file administrasi sistem dan mengalokasikan file-file dari pemakai, yang dikenal dengan home directory

· /dev berisi file-file piranti miliki sistem

· /temp menyimpan file yang bersifat sementara (tidak ada pada linux)

Direktori yang berada di direktori lain disebut dengan sub-direktori.

Tiga jenis file yang ada pada Unix/Linux:

· File biasa, misalnya file untuk menyimpan dokumen, program ataupun data. File ini dibedakan lagi menjadi file teks (berisi kode-kode yang dapat kita baca) dan file biner (berisi kode-kode mesin).

· Direktori, file yang berisi daftar file (file biasa ataupun subdirektori lain).

· File spesial, file yang menyatakan piranti fisik seperti disk, tape, floppy dan printer.

Setiap pemakai yang berhasil login ke sistem Unix/Linux, biasanya memiliki direktori kerja di Home Directory, dimana setiap pemakai tersebut dapat menciptakan file/direktori, melihat isi file/direktori, serta menghapus file/direktori. Direktori Kerja dari setiap pemakai dapat diketahui dengan perintah pwd.

Penamaan direktori dan file:

· Semua karakter selain slash(/) boleh digunakan.

· Beberapa karakter yang sebaiknya tidak dipergunakan adalah:

?@#$^&*()`[]\|;’”<> spasi tab backspace

· Huruf kecil dan huruf kapital berbeda arti.

· Maksimal berdiri dari 14 karakter.

· Jangan gunakan nama dot (.) dan dot dot (..) sebagai nama file, karena nama itu mempunyai makna khusus.

4. Perintah-perintah Dasar Stand-alone

Ls : melihat isi direktori

Mkdir : mencipatakan direktori

Cd : mengubah direktori

Rmdir : menghapus direktori

Cat : menampilkan isi file dan mencipatakan file

Cp : Menyalin file

Rm : menghapus file

Mv : mengganti nama file/direktori dan memindahkan file ke direktori

lain

Ln : link ke file lain

Lp : Mencetak isi file

Find : mecari file

Chmod : untuk mengubah model akses terhadap file atau direktori

Chgrp : mengubah grup fie

Chown : mengubah kepemilikan dari file

5. Perintah yang Berhubungan dengan File

1) Metacharacter, karakter yang mempunyai makna khusus bagi shell. Di antaranya:

· * , Pencocokan dengan sebarang string (deretan karakter).

· ?, Pencocokan dengan sebuah karakter apa saja.

· [ , Awal dari sebuah kelas karakter.

· ] , Akhir dari sebuah kelas karakter.

· - , Menyatakan kawasan sebuah karakter dalam sebuah kelas.

· ! , Digunakan dalam tanda [] untuk menyatakan “selain karakter” yang mengikutinya (khusus untuk Bourne shell dan Korn Shell).

Untuk mematikan fungsi Metacharacter, diantaranya dengan:

· karakter \ ( backslash), untuk mematikan sebuah metacharacter.

· sepasang tanda “, digunakan untuk mematikan sejumlah metacharacter.

· sepasang randa perik tunggal (‘), digunakan untuk mematikan fungsi seluruh metacharacter yang terletak di dalamnya.

2) Titik koma sebagai pemisah antarperintah, dalam hal ini sebelum dan sesudah titik koma tidak boleh ada spasi.

3) Redirection

· Output Redirection, keluaran perintah biasanya diarahkan pada terminal layar/monitor. Selain ke layar, dapat juga diarahkan ke file. Dapat dilakukan dengan karakter: > (file yang ada akan tertimpa), >> (menambah file yang sugah ada), dan >! (untuk memaksa penulisan ke file yang sudah ada).

· Input Redirection, masukan perintah biasanya berupa terminal keyboard. Dengan Unix/Linux, standar masukan tidak hanya dari keyboard, dapat juga dilakukan dengan data dari file. Dilakukan dengan karakter <.

· Error Redirection, pesan kesalahan biasanya diarahkan ke layar. Selain itu dapat juga diarahkan ke file, dengan menggunakan symbol 2> atau 2>>. Angka 2 di depan simbol > dan >> menyatakan kode deskripsi file dari standard error (stderr, merupakan file standar dari Unix/Linux untuk kesalahan. Selain itu adalah stdin, untuk masukan dan stdout, untuk keluaran). Kode deskripsi dari stdin sama dengan nol, sedangkan stdout sama dengan satu.

4) Penggunaan Pipa (Pipe)

Digunakan untuk mengarahkan keluaran dari suatu perintah ke perintah lain. Keluaran dari perintah yang satu akan menjadi masukan bagi perintah yang lain. Simbol yang digunakan berupa vertikal bar ( | ). Sebelum dan sesudah tanda ini boleh ada spasi, karena sifatnya yang optional.

5) Filter

Adalah utilitas yang akan membaca data dari standar input dan biasanya memanipulasi data sebelum melepaskannya ke standar keluaran. Program filter dapat diterapkan yntuk redirection maupun pipa. Yang berfungsi sebagai filter di antaranya: cat, wc, sort, tail, head dan grep.

6) Substitusi Perintah

Dilakukan dengan cara memberikan backquote di awal dan akhir perintah.

Contoh :

`perintah` (tidak sama dengan ‘perintah’)

7) Pengelompokkan Perintah.

Simbol ( ) digunakan untuk mengombinasikan stdout atau stderr dari sejumlah perintah menjadi satu keluaran.

Kamis, 15 Desember 2011

COBOL (Common Business Oriented Language)

1. Definisi COBOL

COBOL (Common Business Oriented Language) adalah Bahasa Tingkat Tinggi (High Level Language) yang berorientasi pada persoalan – persoalan bisnis.

2. Struktur Program COBOL

Secara keseluruhan pada intinya struktur program COBOL dibagi menjadi 4 bagian yang disebut DIVISION*. Masing – masing divisi dimulai dengan judul divisi. Struktur program COBOL adalah sebagai berikut :

1.1. IDENTIFICATION DIVISION.

1.2. ENVIRONMENT DIVISION.

1.3. DATA DIVISION.

1.4. PROCEDURE DIVISION.

Berikut secara singkat kegunaan dari masing – masing divisi :

1.1. IDENTIFICATION DIVISION

Berisi informasi tentang identitas program bersangkutan (nama program, nama pembuat, tanggal program dibuat, dll). IDENTIFICATION DIVISION tidak mempunyai pengaruh terhadap proses program, hanya sebagai identifikasi.

1.2. ENVIRONMENT DIVISION

Berisi informasi tentang keadaan komputer dan alat – alat yang digunakan. Divisi ini terdiri atas 2 section yaitu :

· CONFIGURATION SECTION

Berisi informasi mengenai komputer yang digunakan.

· INPUT – OUTPUT SECTION

Menerangkan peralatan yang digunakan untuk memproses file, baik peralatan input juga peralatan output.

1.3. DATA DIVISION

Divisi ini terdiri dari beberapa section yaitu :

· FILE SECTION

Digunakan untuk menjelaskan masing – masing file (nama file, nama record dalam file, jenjang item dalam record dan ukuran data item) yang digunakan dalam program.

· WORKING – STORAGE SECTION

Digunakan untuk mendeklarasikan variabel – variabel yang diperlukan dalam program beserta tipe dari variabel tsb.

· SCREEN SECTION

Digunakan untuk merancang tampilan input data maupun output program.

· LINKAGE SECTION

Digunakan untuk menerangkan data yang mempunyai hubungan dengan program lain.

· REPORT SECTION.

Digunakan untuk menggambarkan bentuk dan laporan yang akan dicetak.

1.4. PROCEDURE DIVISION

Divisi ini adalah inti dari pemrograman COBOL karena semua prosedur pekerjaan proses dari input data menjadi output.

3. Bentuk Data

Bentuk Data dibedakan menjadi 2, yaitu :

1. DATA VARIABEL

Data Variabel adalah data yang nilainya dapat berubah dalam program.

Contoh :

ACCEPT nil-prak

Statement ACCEPT tersebut digunakan untuk memasukkan nilai data (nilprak) ke dalam suatu storage. Nilai data ini akan selalu berubah bila dibaca nilai data yang lain dengan nama data (nil-prak) yang sama.

2. DATA KONSTANTA

Data Konstanta adalah bentuk dari data yang dibutuhkan untuk pengolahan, dimana nilainya tidak tergantung dari input yang dibaca.

Contoh :

MULTIPLY jam-kerja BY 500 GIVING gaji-out

Nilai 500 adalah data konstanta, karena nilainya akan selalu tetap tidak berubah oleh proses.

4. User Defined Word

User Defined Word adalah kata - kata yang digunakan oleh programmer untuk membuat dan mendefinisikan :

nama-program

nama-alat

nama-file

nama-record

nama-data

nama-indek dan nama-data-indek

nama-kondisi

nama prosedur

nama-seksi

nama-kualifikasi


Pemberian nama ini bebas dengan mengingat syarat – syarat sebagai berikut:

1. Maksimum panjangnya 30 karakter

2. Paling sedikit harus mengandung 1 huruf

3. Tidak boleh mengandung karakter khusus kecuali hypen (-), yang harus diletakkan pada tengah – tengah nama.

4. Tidak boleh menggunakan COBOL reserved word

5. Tidak boleh ada blank atau spasi.

5. Aturan Penulisan Source Program

Kolom yang tersedia untuk menulis program COBOL dimulai dari kolom 1 sampai dengan kolom 80.

Kolom 1 - 6 : Digunakan untuk nomor urut (bilamana diperlukan) sifatnya optional.

Nomor yang diberika n harus urut dari kecil ke besar

Kolom 7 : Digunakan untuk :

1. Tanda baris sambungan dari baris sebelumnya dengan memberikan tanda hypen. Baris sambungan ditulis mulai dari area B (kolom 12-72).

2. Bila diisi dengan karakter (*), maka apa yang ditulis pada baris ini dianggap sebagai komentar.

3. Bila diisi dengan slash (/), maka baris yang ada tandanya dianggap sebagai komentar . Dan akan dicetak mulai halaman baru teratas, bila source program dicetak di printer.

4. Bila diisi dengan karakter (D), beris ini dianggap sebagai komentar. Tetapi bila pada ENVIRONMENT DIVISION dalam paragraph SOURCE-COMPUTER disebutkan WITH DEBUGGING MODE maka berguna untuk tujuan debugging.

Kolom 8 - 11 : Disebut dengan area A

Semua judul divisi, judul seksi, nama paragraph, judul file description,

level number 01 dan level number 77 ditulis mulai di kolom ini.

Kolom 12 - 72: Disebut dengan area B

Semua elemen program selain yang ditulis di area A, ditulis pada area B ini.

Kolom 73 - 80: Merupakan kolom yang tidak diproses oleh komputer, bisa diisi dengan catatan apa saja hanya untuk dokumentasi program.

Jumat, 25 November 2011

TEORI PROBABILITAS (PELUANG)

1. DEFINISI

A. PENDEKATAN KLASIK

Probabilitas/peluang merupakan banyaknya kemungkinan-kemungkinan pada suatu kejadian berdasarkan frekuensinya.

Jika ada a kemungkinan yang dapat terjadi pada kejadian A dan ada b kemungkinan yang dapat terjadi pada kejadian A, serta masing-masing kejadian mempunyai kesempatan yang sama dan saling asing, maka probabilitas/peluang bahwa akan terjadi a adalah:

P (A) = a/a+b ; dan peluang bahwa akan terjadi b adalah: P (A) = b/a+b

Contoh:

Pelamar pekerjaan terdiri dari 10 orang pria (A) dan 15 orang wanita (B). Jika yang diterima hanya 1, berapa peluang bahwa ia merupakan wanita?

Jawab: P (A) = 15/10+15 = 3/5

B. PENDEKATAN SUBYEKTIF

Nilai probabilitas/peluang adalah tepat/cocok apabila hanya ada satu kemungkinan kejadian terjadi dalam suatu kejadian ditentukan berdasarkan tingkat kepercayaan yang bersifat individual (misalnya berdasarkan pengalaman).

C. PENDEKATAN FREKUENSI RELATIF

Nilai probabilitas/peluang ditentukan atas dasar proporsi dari kemungkinan yang dapat terjadi dalam suatu observasi/percobaan (pengumpulan data).

Jika pada data sebanyak N terdapat a kejadian yang bersifat A, maka probabilitas/peluang akan terjadi A untuk N data adalah: P (A) = a/N

Contoh:

Dari hasil penelitian diketahui bahwa 5 orang karyawan akan terserang flu pada musim dingin. Apabila lokakarya diadakan di Puncak, berapa probabilitas terjadi 1 orang sakit flu dari 400 orang karyawan yang ikut serta?

Jawab: P (A) = 5/400 = P (A) = 1/80

Probabilitas disajikan dengan symbol P, sehingga P(A) menyatakan probabilitas bahwa kejadian A akan terjadi dalam observasi atau percobaan tunggal, dengan 0 ≤ P(A) ≤ 1.

Dalam suatu observasi/percobaan kemungkinan kejadian ada 2, yaitu “terjadi (P(A)) atau “tidak terjadi” (P(A)’), maka jumlah probabilitas totalnya adalah P(A) + P(A)’ = 1

2. OPERASI HIMPUNAN PELUANG

A. Irisan (Ç), jika satu atau beberapa peluang pada himpunan A terjadi secara bersama-sama dengan himpunan B.

B. Gabungan (È), jika semua peluang pada himpunan A dan semua peluang pada himpunan B terjadi bersama-sama.

C. Komplemen (X’) suatu kejadian A relative terhadap S adalah semua himpunan S bukan anggota A.

3. JENIS KEJADIAN

A. Berdasarkan peluang terjadinya.

a. Kejadian Saling Meniadakan (Mutually Exclusive), yaitu kejadian yang tidak dapat terjadi secara bersama-sama dengan kejadian lainnya.

Contoh: Hasil Ujian: Lulus vs Tidak lulus

Keadaan : Dingin vs Panas

Cuaca : Hujan vs Tidak Hujan

b. Kejadian Tidak Saling Meniadakan (Non-Mutually Exclusive), yaitu kejadian yang dapat terjadi secara bersama-sama dengan kejadian lainnya.

Contoh: Keadaan vs Cuaca : Dingin vs Tidak hujan

Dingin vs Hujan

Panas vsTidak hujan

Panas vs Hujan

B. Berdasarkan pengaruh/hubungannya

a. Kejadian Independen, yaitu apabila terjadi atau tidaknya suatu kejadian tidak berpengaruh pada probabilitas/peluang kejadian yang lain.

b. Kejadian Dependen, yaitu apabila terjadi atau tidaknya suatu kejadian berpengaruh pada probabilitas/peluang kejadian yang lain.

4. PERHITUNGAN NILAI PELUANG

A. HUKUM PENJUMLAHAN

Digunakan apabila kita ingin menghitung probabilitas suatu kejadian tertentu atau yang lain (atau keduanya) yang terjadi dalam suatu percobaan/kejadian tunggal.

Rumus Penjumlahan untuk kejadian-kejadian yang saling meniadakan:

P(A atau B) = P (AÈB) = P(A) + P(B)

Rumus Penjumlahan untuk kejadian-kejadian yang tidak saling meniadakan:

1. Dua Kejadian

P(A atau B) = P(A) + P(B) – P(A dan B) atau

P(AÈB) = P(A) + P(B) – P(AÇB).

2. Tiga Kejadian

P(A atau B atau C) = P(A) + P(B) + P(C) – P(A dan B) – P(A dan C) – P(Bdan C) + P(A dan B dan C) atau P(AÈBÈC) = P(A) + P(B) + P(C) – P(AÇB) – P(AÇC) – P(BÇC) + P(AÇBÇC)


B. HUKUM PERKALIAN

Hukum perkalian untuk kejadian Independen: P(A dan B) = P(AÇB) = P(A) x P(B)

Hukum perkalian untuk kejadian dependen: P(A dan B) = P(A) x P(B) atau

P(A dan B) = P(A x P(B|A) atau P(B dan A) = P(B) x P(A|B)

Contoh:

Berdasarkan pengalaman, sebuah produk susu kaleng yang lulus uji dalam hal berat bersih akan diberi nilai 0.95. Lembaga konsumen membuktikan pernyataan tersebut dengan cara mengukur 3 kaleng dengan sebuah alat ukur tertentu. Dengan asumsi bahwa jika kaleng 1 lulus uji, maka kaleng 2 dan 3 belum tentu lulus, maka tentukan:

a. Berapa probabilitas bahwa ketiga kaleng tsb lulus uji?

b. Berapa probabilitas bahwa hanya dua kaleng yang lulus uji?

c. Berapa probabilitas bahwa tidak ada yang lulus uji?

Jawab:

a. P(3 lulus uji) = P(k1 dan k2 dan k3)

= 0.95 x 0.95 x 0.95 = 0.86

b. P(2 lulus uji) = P(K1 dan K2 dan K3’)+P(K1 dan K2’ dan K3)+P(K1 dan K2 dan K3’)

= (0.95 x 0.95 x0.05) + (0.09 x 0.05 x 0.95 + (0.05 x 0.95 x 0.95)

= 0.14

c. P(tidak ada yang lulus uji) = P(K1’ dan K2’ dan K3’)

= 0.05 x 0.05 x 0.05

= 0.000125

C. PERMUTASI DAN KOMBINASI

a. Permutasi

Merupakan setiap susunan yang berbeda dari sehimpunan obyek (n)

nPr = Permutasi dari n obyek yang diambil

= n!/(n-r)! , dimana n = banyaknya obyek

r =obyek yang diambil

Contoh:

6 karyawan sebuah perusahaan yang harus lulus masa percobaan, 3 diantaranya akan ditugaskan di 3 kota. Berapa kemungkinan susunan yang dapat terjadi berdasarkan 3 kota tersebut.

Jawab: Susunan yang berbeda tentang penempatan

nPr = 6!/(6-3)! = 129

b. Kombinasi

Merupakan himpunan/kumpulan obyek dimana urutan tidak diperhatikan.

nCr = n!/r!(n-r)!

Contoh:

6 karyawan yang lulus uji masa percobaan, 3 diantaranya ditempatkan di bagian pemasaran. Berapa kemungkinan susunan yang dapat terjadi?

Jawab: nCr = 6!/3!(6-3)! = 20

Rabu, 23 November 2011

REGRESI DAN KORELASI LINIER SEDERHANA

1. Pendahuluan

• Gagasan perhitungan ditetapkan oleh Sir Francis Galton (1822-1911)

• Persamaan regresi :Persamaan matematik yang memungkinkan peramalan nilai suatu

peubah takbebas (dependent variable) dari nilai peubah bebas (independent variable)

• Diagram Pencar = Scatter Diagram

Diagram yang menggambarkan nilai-nilai observasi peubah takbebas dan peubah bebas.

Nilai peubah bebas ditulis pada sumbu X (sumbu horizontal)

Nilai peubah takbebas ditulis pada sumbu Y (sumbu vertikal)

· Nilai peubah takbebas ditentukan oleh nilai peubah bebas

Contoh:

Umur Vs Tinggi Tanaman (X : Umur, Y : Tinggi)

Biaya Promosi Vs Volume penjualan (X : Biaya Promosi, Y : Vol. penjualan)

• Jenis-jenis Persamaan Regresi :

a. Regresi Linier :

- Regresi Linier Sederhana

- Regresi Linier Berganda

b. Regresi Nonlinier

- Regresi Eksponensial

a. Regresi Linier

- Bentuk Umum Regresi Linier Sederhana adalah Y = a + bX, dimana

Y : peubah takbebas

X : peubah bebas

a : konstanta

b : kemiringan

- Bentuk Umum Regresi Linier Berganda adalah Y = a + b1X1 + b2X2 + ...+ bnXn

Dimana:

Y : peubah takbebas a : konstanta

X1 : peubah bebas ke-1 b1 : kemiringan ke-1

X2 : peubah bebas ke-2 b2 : kemiringan ke-2

Xn :peubah bebas ke-n bn : kemiringan ke-n

b. Regresi Non Linier

- Bentuk umum Regresi Eksponensial adalah Y = abx

Dimana log Y = log a + (log b) x

2. Regresi Linier Sederhana

• Metode Kuadrat terkecil (least square method): metode paling populer untuk menetapkan persamaan regresi linier sederhana

- Bentuk Umum Regresi Linier Sederhana adalah Y = a + bX

Dimana:

Y : peubah takbebas; X : peubah bebas

a : konstanta; b : kemiringan

Nilai b dapat positif (+) dapat negartif (-)

b : positif → Y b : negatif → Y


3. Korelasi Linier Sederhana

• Koefisien Korelasi (r) : ukuran hubungan linier peubah X dan Y

Nilai r berkisar antara (+1) sampai (-1)

Nilai r yang (+) ditandai oleh nilai b yang (+)

Nilai r yang (-) ditandai oleh nilai b yang (-)

Jika nilai r mendekati +1 atau r mendekati -1 maka X dan Y memiliki korelasi linier

yang tinggi

Jika nilai r = +1 atau r = -1 maka X dan Y memiliki korelasi linier sempurna

Jika nilai r = 0 maka X dan Y tidak memiliki relasi (hubungan) linier

(dalam kasus r mendekati 0, anda dapat melanjutkan analisis ke regresi eksponensial)


• Koefisien Determinasi Sampel = R = r²

Ukuran proporsi keragaman total nilai peubah Y yang dapat dijelaskan oleh nilai peubah X melalui hubungan linier.